senyum kecil yang mehangatkan
Karya: Ghaitsa NadhifaRintik-rintik mulai menyentuh bumi,
Mencari posisinya masing-masing.
Awan dan matahari sudah tertutup diserang
Segerombolan awan hitam.
Aku duduk di halte bus.
Aku berjanji tidak pulang sebelum tugasku selesai.
Jariku terkikis sedikit demi sedikit.
Kalimat-kalimat senior yang memarahiku
Berenang-renang di kepalaku.
Kata "menyerah" terus menyerang telingaku.
Ketakutanku semakin bertingkat.
Aku berusaha menangis dengan tenang,
Tetapi pikiranku ramai.
Aku melihat anak kecil berlari ke tempatku,
Meminta tolong untuk membukakan permen.
Aku membukanya.
Anak kecil itu menyodorkan permen ke mulutku.
Dia menyuruhku merasakan permen itu.
Permen itu meluncur ke dalam mulutku.
Anak kecil itu tersenyum, lalu pergi bermain hujan.
Senyuman itu membuat hatiku hangat.
Aku melanjutkan tugasku yang hampir selesai,
Diiringi permen yang berdansa di mulutku.
Bus kelima datang.
Aku pulang membawa hati yang hangat.
Bireuen 2 November 2026