Aku Belum Selesai
Karya: Yesica Viona Sihombing
Setiap senja memberikan makna yang dalam,
tentang perpisahan yang tak pernah benar-benar selesai,
tentang cahaya yang perlahan meredup,
dan keindahan yang tak mampu dipertahankan selamanya.
Namun, setelahnya,
barangkali ia ingin menghilang,
meninggalkan cakrawala yang pernah memeluknya,
membiarkan malam mengambil alih segala warna.
Waktu selalu menjadi tabib yang hebat,
katanya mampu menyembuhkan segala luka,
namun terkadang waktu pun bisa mengkhianati,
membawa kenangan kembali
ketika hati mulai belajar melupakannya.
Angin belajar mengartikan setiap detik,
menyampaikan pesan yang tak sempat terucap,
menyusuri ruang-ruang sunyi,
sementara aku berusaha memahami
apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, aku akan tetap bertahan,
melawan waktu, bahkan takdir sekalipun,
karena kutahu,
di balik gelap pasti ada secercah cahaya yang menanti.
Aku akan tetap di sini,
menjaga harapan yang hampir kehilangan suara,
menyambut pagi meski malam begitu panjang,
dan percaya bahwa segala yang retak
masih memiliki kesempatan untuk pulih.
Barangkali kita memang perlu belajar merelakan,
namun bertahan adalah pilihan yang baik,
selama kita tak kehilangan diri sendiri
dalam perjalanan memperjuangkannya.
Sebab aku percaya,
tak semua luka harus dimengerti hari ini,
tak semua kehilangan harus dijawab sekarang,
dan tak semua perjalanan
harus ditempuh dengan langkah yang sempurna.
Pematang Siantar, 02 November 2026