Akar yang Memilih Tinggal
Karya: Devita Putri AnggraeniPagi datang membawa lelah yang belum selesai,
namun aku tetap membuka pintu.
Hujan menguji atap yang mulai bocor,
dan aku belajar menampung sabar dalam ember tua.
Ada hari ketika langkahku goyah,
doa ibu menjadi pegangan paling kokoh.
Ada malam ketika harapan meredup,
aku menyalakannya lagi dengan satu napas panjang.
Aku bukan batu yang keras kepala,
aku hanya akar yang memilih tinggal.
Kutahan sepi, kutahan perih,
kutahan semua yang ingin membuatku pergi.
Sebab bertahan bukan berarti tidak pernah jatuh.
Bertahan berarti bangkit sekali lagi
dan percaya bahwa fajar
selalu setia menjemput mereka yang tidak menyerah.
Purworejo, 2 November 2026