Ketika Layang-Layang Melepas Angin
Karya: Aisyah Azka TsabithaAda layang-layang yang lelah menantang langit,
talinya menegang di antara angin dan harapan.
Ia pernah percaya bahwa terbang
berarti harus terus melawan arah,
hingga lupa bahwa langit tak pernah memintanya
menjadi yang paling tinggi.
Di suatu sore, ia berhenti menarik angin.
Bukan karena kehilangan keinginan untuk terbang,
melainkan karena akhirnya memahami
bahwa tidak semua arah harus dipaksakan,
dan tidak semua tujuan harus digenggam.
Barangkali menyerah bukan selalu tentang kalah.
Ada kalanya ia adalah keberanian
untuk meletakkan beban yang bukan milik kita,
membiarkan yang pergi menemukan jalannya,
dan menerima bahwa beberapa pintu
memang tak ditakdirkan untuk terbuka.
Maka biarkan senja menyimpan sisanya.
Tak semua perjuangan harus berakhir dengan memiliki;
sebagian cukup menjadi pelajaran
tentang kapan bertahan dan kapan melepaskan.
Kairo, 4 November 2026