Di Bawah Langit yang Bernama Samudra

Karya: Nurul Riva Aqsa, S.Pd.


Aku tak memiliki sayap untuk mengeja cakrawala
Aku lahir dalam birunya samudra
Sebelum akhirnya menjadi saksi pencemaran yang menjelma takdirnya
Namun, laut tak pernah meminta pengembara menjadi perkasa, ia hanya mengajarkan cara membaca arah di tengah gelombangnya

Di punggungku, kupanggul rumah dan ingatan
Sementara rumahku sendiri karam dalam kerusakan
Kaumku kian menjadi siluet di bentang lautan
Namun siripku masih mengeja arah penghidupan

Aku tak meminta ombak kehilangan gemuruh
Hanya ingin pasir masih menjadi tempat bertumbuh
Sebab, meski samudra kian asing dan rapuh
Naluri kehidupan tak semestinya ikut luruh

Jika kelak jejakku tinggal guratan di pasir
Biarlah manusia tahu: aku pernah gigih mengukir perjalanan panjang untuk tetap hadir
Walau berada di lingkungan yang perlahan lupa cara memelihara takdir.


Aceh, 04 November 2026