Menatap Esok yang Mahal
Karya: Vivi Nova AliyantyHari ini koridor rumah sakit kembali bising
Langkahku tertatih menyusuri lorong yang sama
Menuju sudut yang biasa mengeja lelahku
Aku adalah tubuh yang berteman dengan mesin
Yang setiap minggu menukar darah demi selapis napas
Di antara derit jarum dan aroma antiseptik
Pernah terlintas tanya: sampai kapan semua ini usai?
Aku pernah ingin menyerah
Ingin melangkah pergi dan menyudahi lelah
Sebab jemariku tak lagi mengenali kulitnya
Hanya lebam biru dan jejak tusukan yang tersisa
Rasa sakit kerap merayu untuk berhenti
Namun di luar sana, ada peluh terus menetes
Ayah dan Ibu bertaruh dengan waktu
Membanting tulang demi memeluk harapanku
Aku tahu, sembuh mungkin sekadar fatamorgana
Tapi bertahan adalah caraku membalas cinta mereka
Tuhan, jika napas ini pinjaman yang melelahkan
Kuatkan aku terus bertahan, demi mereka yang kukasihi.
Semarang, 04 November 2026