Di Tengah Badai yang Rumit

Karya: Putri Rahmadani


Angin berteriak membelah langit kelabu,
Hujan menerobos jendela dengan tidak kenal lelah.
Jalan yang kau tempuh terasa begitu sempit,
Seperti tidak ada ujung, tidak ada tempat untuk berlabuh.

Setiap langkah terasa diuji beratnya,
Setiap napas tertahan gelisah.
Dunia di luar sedang berputar tidak menentu,
Sedangkan di dalam dada, kau ingin menangis sejenak saja.

Namun lihatlah, betapa kakimu masih berdiri,
Meski gemetar, kau belum menyerah pada hari.
Bertahan bukan berarti tidak pernah lelah,
Hanya saja, kau tahu, badai pun pasti akan berlalu.

Biarkan angin menerpa, biarkan hujan turun,
Kau adalah pelita yang tidak mudah padam.
Setelah gelap ini berlalu, kau akan melihat,
Bahwa kau lebih kuat dari semua yang melukai mu.


Surian, 19 Oktober 2026