Menatap Dermaga di Matamu

Karya: Rifaldi Akbar Ramadhan


Dalam relung hati yang paling sunyi,
kutanam benih cinta yang murni nirmala selalu.
Di kala langkah kaki sejenak terhenti lesu,
kau kompas menuntun jiwaku untuk kembali,
memadu renjana dalam keheningan sanubari.
Kita sepakat mendayung bahtera ini bersama,
menembus ombak masa yang tak pernah reda.
Bukan hanya tentang pelukan di kala mesra,
namun tentang tabah yang dirawat bersama.
Istriku, engkau bukan sekadar wanita biasa,
kau adalah surga,
tempat jiwaku menyandar selamanya.


Pandeglang, 19 Oktober 2026