Pada Rahim Ketabahan
Karya: Oktavianus ZalukhuPada Rahim Ketabahan
Pernah, ingin kutitipkan nestapa pada hujan,
agar isak tenggelam bersama riuh kehilangan.
Sebab di balik senyum yang tampak sempurna,
bersemayam lara yang enggan bersuara.
Dunia berlari, meninggalkanku dalam kelam,
sementara sukma bergulat dengan malam.
Kupungut serpihan asa yang berserakan,
kurengkuh puing mimpi yang nyaris ditinggalkan.
Aku iri pada senja yang bebas tenggelam,
sedang jiwaku dipaksa berdamai dengan malam.
Namun, siapa yang menjaga bara cita,
jika aku sendiri menyerah pada gulita?
Aku tak sekokoh karang, tak setegar cakrawala,
hanya insan rapuh yang merawat sisa cahaya.
Jika esok masih menyuguhkan prahara,
akan kutapaki takdir dengan segenap daya.
Medan, 19 Oktober 2026