Menatap Esok

Karya: Muhammad Nur Ihsan Yusuf


Pernah ada masa ketika sebuah nama cukup untuk membuat hari terasa lebih panjang, sebab selalu ada kemungkinan kecil bahwa esok akan membawa sesuatu yang selama ini dinanti.

Namun, esok datang berkali-kali tanpa membawa apa-apa. Musim berganti, percakapan kehilangan keakraban, dan beberapa harapan mulai terasa seperti surat yang alamatnya masih terbaca, tetapi tak seorang pun tahu apakah penerimanya masih tinggal di sana.

Aku pernah berpikir, mungkin sudah waktunya berhenti. Bukankah melelahkan terus menyediakan tempat bagi sesuatu yang tak pernah menjanjikan kepulangan?

Tetapi ada perasaan yang tak selesai hanya karena akal telah menemukan alasannya.

Maka, untuk sementara, biarlah waktu yang berjalan lebih dahulu.


Palu,18 Oktober 2026