BARANGKALI, AKU ADALAH BENIH
Karya: Vella AngeliaDi rahim tanah, kutelan pekatnya malam,
tanpa suara, tanpa nama, tanpa salam.
Langit menumpahkan murka berkali-kali,
namun ada yang diam-diam menolak mati.
Tak pernah kupinta musim lekas berganti,
tak pernah kupaksa hujan datang kembali.
Kubiarkan akar meraba perut bumi,
mencari setitik hidup di kedalaman sunyi.
Sebab tak semua tumbuh harus terlihat,
tak semua kuat mesti berdiri dengan hebat.
Ada yang memilih bertahan dalam pekat,
menjaga nyala kecil agar tak sekarat.
Jika kelak tubuhku gagal menjadi bunga,
jangan sebut seluruh perjalananku sia-sia.
Barangkali aku bukan ditakdirkan untuk berbunga,
melainkan menjadi tempat tumbuh bagi kehidupan lainnya.
Dan bila dunia bertanya mengapa aku bertahan,
tak akan kujawab dengan kemenangan.
Sebab sebelum menjadi apa-apa di hadapan zaman,
aku telah memilih untuk tidak mengkhianati kehidupan.
Bandung, 17 Oktober 2026