Membeli Masa Depan Dari Balik Terpal Biru
Karya: Marselina Kresensia MitingDibawah atap plastik yang disengat matahari siang,
dan dinginnya malam, yang digetarkan oleh angin disekitar pesisir Flores,
kami melipat kecemasan dengan alas tidur.
Rumah batu kami telah rata dengan tanah,
namun hidup menolak berhenti diantara puing-puing.
Didalam ruangan berukuran tiga kali empat ini, seorang ibu dengan telaten menenun selembar kain ikat,
Sementara jemari anak-anak mengeja buku yang terselamatkan dari debu.
Setiap tarikan benang, setiap tarikan yang dibaca, adalah koin-koin harapan yang kami kumpulkan.
Kami tidak sedang menatap dinding yang roboh, kami sedang menabung keberanian untuk hari esok.
Bumi dibawah kaki kami mungkin belum sepenuhnya tenang.
Tetapi dibalik terpal biru yang riuh oleh doa ini, kami sedang memesan sebuah masa depan yang baru, yang tidak akan pernah runtuh oleh magnitudo manapun.
Maumere, 21 Oktober 2026