Bertahan demi tersayang

Karya: Muklasin, S.T.


Sehebat kah aku? Bukan, aku bertahan
Dalamnya ... Puncak retak kucoba selotip lagi
Menapaki terjal diambang tengah kalut bersamamu
Kau tetap menjadi tumpuan bertahan
Aku tidak seberani tanpa uluran tangan Tuhan

Berawal kubuka pintu mahligai sederhana
Melangkah ditiap aral menuntun puncak bahagia
Ku jamah setiap sudut pandang diri menemukan kompas hidup
Aku terenyuh..nak

Pandanganku samar dan gontai merasa Kecewa sekali, belum memberi selayaknya
Tapi, disudut itu ada kelopak mata mutiara yang tidak ingin jatuh

Dia, pelita asa ku
Penopang aku bertahan selama ini
Meski pilu diambang remuk redam, aku rela!
Buah hati duhai belahan jiwa menjadi mantra nyala

Takkan kubiarkan kamu sendirian
Aku setia meskipun dunia menolakmu
Meski tidak mudah, aku coba lewati ujian
Pundakku sanggup memikul, aku akan bertahan penuh

Bertahan, dan bertahan di setiap langkah
Aku ada untukmu nak!


Nganjuk, 21 Oktober 2026