Aku Memilih Bertahan

Karya: Fitrezy Marfelya Aisyah


Aku pernah menggenggam
sesuatu yang kupikir akan abadi,
hingga lupa bahwa tidak semua yang dicintai
ditakdirkan untuk dimiliki.
Ada doa yang tak lagi sama,
ada rindu yang kehilangan rumah,
ada air mata yang kusembunyikan
di balik senyum paling ramah.
Aku lelah,
tetapi dunia terus berjalan.
Maka kupungut kembali harapan
yang berserakan di sepanjang jalan.
Bukan karena aku tak pernah patah,
bukan karena kehilangan tak menyakitkan,
melainkan karena masih ada mimpi
yang menunggu untuk kuwujudkan.
Kini aku mengerti,
bertahan bukan berarti memaksa yang pergi untuk kembali.
Terkadang, bertahan adalah mengikhlaskan,
memaafkan, lalu melangkah perlahan.
Sebab dari segala yang pernah hilang,
ada satu yang tak boleh kulepaskan:
diriku sendiri.


Padang, 21 oktober 2026