Lelah dan Menyerah
Karya: Lalu Darma WijayadiAku lelah menjadi cahaya yang menerangi tanpa pernah disadari, menjadi hujan yang jatuh berkali-kali demi bunga yang tak ingin mekar kembali.
Malam ini, izinkan aku menyerah, bukan karena harapan telah mati, melainkan karena hati terlalu letih menunggu sesuatu yang tak pasti.
Biarlah angin membawa kenangan, dan waktu menyembuhkan kehilangan. Jika memang takdirku adalah melepaskan, akan kuterima meski penuh tangisan.
Sebab terkadang, menyerah bukan berarti kalah, melainkan keberanian untuk berhenti terluka dan belajar mencintai diri sendiri setelah terlalu lama mencintai yang pergi.
Lombok Timur, 22 Oktober 2026