CINTA YANG MASIH MENYEBUT NAMAKU
Karya: sofye wahyuningsihKita pernah menjadi rumah bagi satu sama lain, sebelum jarak membuatku takut dan memilih pergi. Tahun itu, aku melepaskan tangan yang sebenarnya masih ingin kugenggam.
Kupikir perpisahan akan membuat segalanya lebih mudah, tetapi waktu justru mengajariku arti kehilangan. Hingga suatu hari, Mei kembali mempertemukan kita, membawa kesempatan yang dahulu gagal kujaga.
Aku bertanya, mengapa kau masih menerimaku setelah luka yang pernah kutinggalkan? Kau menjawab sederhana, bahwa kau masih mencintaiku.
Saat itu, hatiku runtuh dalam haru. Bukan karena aku pantas melupakan kesalahanku, melainkan karena kau memberiku ruang untuk memperbaikinya.
Kini, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua. Jika dahulu aku memilih pergi karena takut, kali ini aku ingin belajar tinggal, bertumbuh, dan mencintaimu dengan lebih dewasa.
Pamulang, 24 Oktober 2026