Menyerah Mengejar Cahayamu Yang Kian Memudar
Karya: Nawa asyifaDi mendungnya awan yang sedang berkelahi dengan rinai.
Aku duduk terpaku di antara reruntuhan kayu.
Lalu terlintas suatu pertanyaan di dalam diriku.
Kenapa aku belum menyerah padahal aku tahu dia tak kembali mencintaiku.
Aku berpikir sejenak, aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Ia terlalu susah untuk dilupakan.
Namun hari-hari berikutnya membuatku tersadar.
Ia tidak pernah menoleh cintaku.
Ia tidak pernah tahu aku menyayanginya.
Ia tidak pernah tahu betapa bahagianya jikalau aku melihat ia.
Aku melihat diriku di dalam kaca.
Aku tidak pantas bersanding dengan cahaya itu.
Aku hanya sebuah gelapnya malam.
Dan ia adalah cahaya terang yang tidak hanya menerangi malam saja.
Wonogiri, 24 Oktober 2026.