Aku, bukan berhenti.

Karya: Tasya Amanda


Pergi tidak selalu tentang meninggalkan.
Kadang tentang merelakan yang tak lagi bisa digenggam.
Aku melangkah, bukan karena benci.
Tapi karena tinggal hanya akan melukai dua hati.
Jika rindu singgah, sebut saja namaku pelan.
Jangan kau tahan, biar ia hilang bersama hujan.
Aku pergi, bukan untuk dilupakan.
Hanya untuk belajar mencintaimu dari kejauhan.
Semesta di kepalamu tetap kujaga.
Bahagia di pelukmu, tak pernah kusangka sirna.
Kini jalan kita berbeda arah.
Tapi doaku, tetap tinggal di langkahmu yang fana.
Selamanya masih ada.



Sumatera utara, 20 september 2026