Selalu Bandung

Karya: Mutiara Keyla Dwiyanti


Kalaulah ia bertanya
Pada insan di hapadannya
Ke mana pijak selanjutnya?
Menjawablah ia
Ke sana kemari Tuan
Menari-nari mengejar impian

Kalaulah ia bertanya
Ke mana setelahnya?
Ia pun menjawab
Ke tempat yang belum terjejak
Yang masih tanpa tapak

Kalaulah ia bertanya
Akhirnya ada dimana?
Maka ia terdiam
Dengan berpijak pada harapan
Diam sementara
Lalu bersuara...
Entah di mana, Tuan.
Satu hal yang pasti
Ada sejuk yang harus dihirup
Dedaunan yang terus melambai
Bunga yang perlu di tatap
Juga rintik yang ingin menyentuh

Iya, Tuan
Bandung selalu menungguku pulang
Entah dengan keadaan memikul senang
Maupun kembali dengan jiwa yang hilang...


Sumedang, 29 September 2026