Di Bawah Atap yang Bukan Milikku

Karya: Salwa Salsabila


Ia mengeja jalan balik pada suara paman yang memanggilnya dengan senyum tanpa syarat,
Tentang peluk dari ibu yang bahkan tidak ada hubungan darah yang tercatat,
Diruang tamu yang bahkan tak pernah mencatat silsilahnya,
Ia justru menemukan arah yang saban hari dicarinya.

Tawa sahabatnya mekar dimeja makan,
Menumpu piring-piring retak yang menyimpan hangat.
Ibu yang menuangkan teh ke cangkirnya,
Mengusir keasingan yang lama bersarang di dada.

Ia tak pernah menyangka,
Derak pintu yang paling ia rindukan
Bukanlah kayu tua di tanah kelahirannya,
Melainkan engsel pelukan di rumah kawan.

Di sana, di antara cerita yang dipotong renyah
Dan aroma masakan dapur yang semerbak,
Seorang perempuan akhirnya paham:
Pulang tak selalu tentang darah yang sama,
Tapi tentang mana pundak yang paling rela,
Menjadi tempat nyaman saat mata mulai terpejam.


Bojonegoro, 11 September 2026