Renggang yang Tak Memutus Amerta

Karya: Indy Mey Saroh


Langkahku merentang jarak di antara kita, bukan untuk berpisah, melainkan merentangkan ruang agar Atma tumbuh tegap meski perih merobek kalbu. Bayu senja membisikkan janji yang tak terukir pada Aksara mana pun — bahwa renggang hanyalah raga yang berjauhan, bukan tembok yang memisahkan rasa yang telah menyatu menjadi Amerta.

Aku beranjak membawa separuh kerinduan yang tak sempat terucap, menyisakan separuhnya di sini, agar kau tak terasing dalam sunyi senyap yang membelah dada. Bukan karena cinta ini berkurang, justru karena ia terlalu luhur dan agung, terlalu suci untuk dibawa pergi dalam wujud yang belum sempurna — maka aku harus pergi, agar kelak kembali dalam wujud yang lebih utuh, lebih pantas menyanding jiwamu. Setiap jalan yang ku lintasi, ku pahat namamu di celah jejak yang berdarah — kepergian ini bukan perpisahan, melainkan pengorbanan sukma, agar kelak kita bersatu tanpa lagi terhalang jarak maupun waktu.


Ngimbang, Lamongan, 11 September 2026