SEPASANG SANDAL DI AMBANG PINTU

Karya: Ilham Noor Rasyid


Aku belajar pergi dari cara ibu melipat pakaian,
rapi, tanpa isak, seolah pergi adalah pekerjaan rumah biasa.

Rumah ini menyimpan lekuk tubuhku di setiap sudut,
tetapi tubuh yang sama memilih menjadi asing bagi dindingnya.

Aku menutup pintu pelan, bukan takut membangunkan siapa pun,
melainkan ingin suara terakhir rumah terdengar lembut.

Sepasang sandal kutinggalkan di ambang, seperti menyisakan jejak
bagi seseorang yang mungkin mencariku dalam gelap.

Bukan luka yang membuatku pergi, melainkan cinta yang mulai
kehilangan bentuknya, seperti air yang lupa menjadi sungai.

Aku membawa namamu, tetapi meninggalkan cara memanggilnya.

Langkahku belum genap sepuluh di jalan,
dan telapak kakiku sudah merindukan sandal yang kutinggalkan.

Aku tidak sedang melupakan, hanya belajar berjalan
tanpa menoleh, sebab menoleh berarti pulang,
dan pulang, bagiku, masih terlalu menyerupai kalah.


Yogyakarta, 11 September 2026