Alamat Bagi Atma Pengembara

Karya: Najwa Nurul Hasani



Bertahun-tahun aku mengembara di antara wajah-wajah yang bukan milikku.
Menjadi aksara pada kitab yang ditulis tangan orang lain; menghapus nama, mengganti rupa, demi dicintai dunia.

Hingga suatu petang, ketika langit menumpahkan warna terakhirnya,
kutemukan seorang asing duduk di dasar sunyi.

Ia membawa luka yang kukenal.
Ia menyimpan tawa yang pernah kupunya.
Dan matanya—adalah cermin dari segala yang kutinggalkan.

Kupanggil ia dengan lirih.

Atma itu menoleh.

Untuk pertama kalinya, aku tidak berlari.

Kupeluk segala nestapa yang dahulu kutolak,
kubiarkan sukma kembali menjadi rumah.

Sebab barangkali, setelah sejauh apa pun manusia tersesat,
yang paling kita rindukan bukan sebuah tempat,
melainkan diri sendiri.

Malam itu, akhirnya aku pulang.


Bekasi, 8 September 2026