Rumah yang Selalu Ada
Karya: Maria Anjela Joy MartinDi luar sana,
aku sering merasa tidak ada.
Aku bicara, tetapi tidak didengar.
Aku datang, tetapi tidak dianggap.
Bahkan kebaikan yang kuberi
sering tidak dilihat,
seolah semuanya tidak berarti.
Kadang aku lelah
terus mencoba menjadi baik
di tempat yang tidak pernah
benar-benar menghargai kehadiranku.
Tapi ketika semua terasa berat,
aku tahu ke mana harus pulang.
Ada orang tua
yang selalu menerimaku apa adanya.
Ada kakak
yang tetap ada ketika aku merasa sendiri.
Di rumah, aku tidak harus sempurna.
Aku tidak harus meminta untuk dihargai.
Aku hanya perlu menjadi diriku sendiri.
Mungkin inilah arti pulang:
menemukan tempat
di mana aku tidak perlu membuktikan apa-apa
untuk merasa berharga.
Karena di luar sana aku mungkin tidak dianggap,
tetapi di sini,
aku cukup.
Kefamenanu, 11 September 2026