Niskala yang menemukan ruang

Karya: Maulida Nur Khasanah




Petang meremang, malam menyekap dingin yang kelam
Aku melangkah pulang, membawa duka beragam
Tapak jalanku memudar, api perjuangan perlahan padam
Kini aku serupa lukisan indah yang runtuh
Menjadi selembar kanvas usang yang kehilangan sauh

Malam meluruh, bintang berganti bulan
Rasa penat membendung dalam dada
Kompas menuntunku pada kepulangan
Saat jemari membuka pintu, kehangatan seketika menyebar
Di situ kurekatkan kembali serpihan yang sempat memudar

Dengan sebotol tinta hitam, kumulai mengeja kata
Menghidupkan kisah lama, belajar sembuh dari luka
Pada akhirnya, kepingan itu kembali sempurna

Biarkan masa lalu menjelma guru, luka menjadi ajaran
Bahwa retakan bukanlah akhir dari kehancuran
Melainkan jalan bagi cahaya baru untuk benderang

Aku menulis bukan untuk menang, melainkan mengingat
Bahwa aku pernah hancur, aku pernah jatuh
Lalu memilih memperbaiki diri, bukan menghapus tinta


Brebes, 11 September 2026