Aku Pulang dengan Luka

Karya: Febricha Giana Yuniza


Aku pulang membawa luka,
yang kusimpan diam di balik tawa,
melewati malam yang panjang dan kelam,
menyusuri jalan tanpa teman.

Dulu kukira rumah adalah tempat,
tempat segala lelah akan terangkat,
Namun semakin jauh kakiku melangkah,
semakin samar jalan menuju rumah.

Aku pernah menjadi cahaya,
meski nyalaku hampir padam oleh dunia,
aku pernah menjadi bahu bagi mereka,
meski tak seorang pun bertanya tentang lukaku juga.

Kini aku pulang bukan sebagai pemenang,
hanya seseorang yang belajar bertahan,
membawa hati yang pernah kehilangan,
dan harapan kecil yang belum hilang.

Jika esok kembali datang menyapa,
akan kusambut meski dengan luka,
sebab aku tahu setelah perjalanan panjang,
pulang bukan berarti harus selalu menang.

Pulang adalah menerima diri,
setelah lama berlari dari sepi,
pulang adalah memeluk yang terluka,
lalu berkata, “Tak apa, kita mulai lagi bersama.”


Tualang, 8 September 2026