Kepada Rumah yang Tak Pernah Pergi

Karya: Ali Ahmadi Nafi


Aku pernah pergi
sejauh langkah mampu membawa,
mengejar mimpi yang kukira
akan menyembuhkan segala luka.

Namun di jalan yang panjang,
aku justru kehilangan arah.
Malam-malam menjadi saksi
betapa seringnya aku menangis diam-diam,
menyembunyikan rindu
di balik wajah yang pura-pura baik-baik saja.

Kini aku mengerti,
pulang bukan sekadar kembali
ke tempat yang pernah kutinggalkan.
Pulang adalah menemukan ruang
di mana luka tak perlu disembunyikan,
di mana air mata boleh jatuh,
dan lelah tak perlu meminta maaf.

Maka biarkan aku pulang,
meski membawa hati yang retak.
Sebab setelah begitu jauh mencari,
aku akhirnya tahu

yang paling kurindukan
bukan sebuah tempat,
melainkan rasa diterima
tanpa harus menjadi siapa-siapa.


Terminal Bus Padang, 06 September 2026