Rasa, Karsa, dan Hampa

Karya: Aisyah Fadiya Syarifah


Ku tatap diriku dalam cermin
Senyum manis yang kian terukir di bibirnya,
Menghilang.
Tawa yang dulu selalu terlukis di pipinya,
Menghilang.
Hanya cangkang kosong tanpa harap
Bermimpi sebuah titik temu pada keajaiban,
Yang tak akan pernah dikabul oleh hakikat waktu

Seorang pejuang,
Yang lelah untuk berjuang
Tak pernah sekalipun menemukan harap
Hanya luka tanpa darah,
Kian mengalir perlahan dari rasa ke karsa

Aku tak ingat,
Untuk siapa dan apa aku berdiri

Hampa.
Semuanya hampa.


Grobogan, 18 September 2026