Sekeranjang Suara Tanpa Rupa
Karya: Nopia al cahyaniDi meja makan yang tak bertepi,
sekeranjang suara riuh mengetuk sepi.
Ada bayang-bayang yang lupa membawa tubuhnya,
mengeja aroma hujan di balik dinding kaca.
Aku menatap cermin yang enggan memantulkan rupa,
seolah tubuh merasa riuh berpadu gemuruh,
menciptakan gejolak nestapa yang lara,
mengingat janji manismu yang kini meluruh.
Tawa yang dulu menghangatkan dada,
rupanya hanya topeng pembungkus dusta.
Kau tikam percayaku bersama jatuhnya hujan,
meninggalkan luka yang enggan mereda.
Siapa yang meletakkan jalan di atas angin?
Ketika kompas menuju ke arah yang dingin.
Kita mengumpulkan pecahan janji di dalam mangkuk,
lalu heran mengapa kenyataan menunduk.
Esok hanyalah kemarin yang berganti warna,
dan kita mengira sedang menuju ke sana.
Kini kutahu, tak semua yang singgah
ditakdirkan untuk menetap dan membenah.
Bandung, 11 Agustus 2026