Serigala berbulu sahabat
Karya: MustakmilahKau menyudutkanku dengan logika, ketika aku tahu watakmu yang sebenarnya.
Seolah hati dalam memorimu, dia tidak memiliki fungsi.
Ke mana perginya rupiahku yang kau pinta secara paksa, yang dibungkus kalimat bercanda?
Kuulurkan tangan agar kau mampu berjalan dalam setiap kegelapan dan ketidakmungkinan.
Tapi kau mendorongku ke ujung jurang.
Dengan hati senangku menjahit pelikmu
Sementara engkau dari belakang justru menyiapkan peluru baru.
Kau tidak memberi daksaku memar.
Kau tidak memberi ragaku darah segar.
Kau tidak memberi jasadku luka bakar.
Tapi jiwaku gila mendapatkan luka yang tidak pernah kusangka!
Sungguh, apakah ada kompetisi duta manusia yang paling tidak tahu malu? Dasar, serigala berbulu.
Kau yang kuanggap sahabat
Justru penghianat kelas kakap.
Kau adalah secercah bukti.
Raga yang hidup dengan pemikiran yang mati!
Pandeglang, 13 Agustus 2026