Sejauh Ini, Kau Masih Di Sini
Karya: Nazua ZaskiaKita dipisah jarak yang tak sanggup kutempuh dengan langkah,
hanya sinyal, layar, dan suara yang sesekali retak.
Namun tak sekali pun kau menjadikannya alasan
untuk berhenti peduli.
Ada malam ketika amarahku
lebih nyaring daripada suaramu.
Kau tak membalas dengan luka,
hanya menunggu ombak dalam dadaku surut,
lalu memanggilku pulang
dengan suara yang selalu terasa rumah.
Kupikir cinta lahir dari kehadiran.
Kau mengajarkanku:
ia juga tumbuh di antara rindu, jeda, dan jarak,
pada setiap kesempatan untuk pergi
yang tak pernah kau pilih.
Beginilah rupa setia:
tetap tinggal di ujung telepon,
di sela sinyal yang patah-patah,
hingga aku mengerti
cinta tak selalu membutuhkan sentuhan;
kadang cukup menjadi suara
yang sesekali retak,
namun tak pernah benar-benar hilang.
Jakarta,1 Agustus 2026