Karya: Muhamad Akhdan Wiguna
Jejak Belati di balik Pelukan.
Di bawah temaram lampu kota yang redup,
Kau suguhkan janji manis dalam secangkir malam. Aku meminumnya tanpa ragu sedikit pun, Tanpa tahu ada racun sunyi yang kau simpan dalam-dalam.
Langkah kita yang dulu senada,
Kini meninggalkan bekas tawa yang berjelaga. Kau rakit kebohongan di atas kepercayaanku, Menjadikan mimpi-mimpiku serpihan abu.
Tak ada badai yang menerpa,
Namun istana ini runtuh begitu saja.
Bukan oleh musuh yang tampak nyata,
Melainkan oleh tanganmu yang dulu paling kupercaya.
Tangerang, 20 Agustus 2026