Karya: Laily habaliah
Kepada tiap-tiap bunga
angin akan senantiasa datang
membawa benih-benih kehidupan
aku bertanya pada daun yang berguguran
akankah ia membenci
atas angin yang meniadakannya
jadi
siapa yang sebenarnya tuan cari?
yang datang bermekaran
atau yang siap menemani kala tuan sendiri,
saat angin menjatuhkan tuan berkali-kali.
wahai tuan dengan sederet gigi rapi itu
jangan sesatkan kalbu
dalam keputusan yang kau tempuh.
cukup satu
yang benar-benar kau mau
kali ini jangan libatkan aku.
kelak, dipuncak sepimu
kau akan meratapi
hilangnya satu-satunya jiwa
yang bersedia mendekap borokmu
tanpa merasa muak
Madura, 19 Agustus 2026