Di atas serpihan janji
Karya: KarmilaKau datang kala aku sedang redup,
Membawa tawa dan janji yang manis.
Berkata takkan pernah berubah hati,
Seolah rasa itu kekal abadi.
Kau sebut aku rumah tempat pulang,
Nyatanya engkau hanya singgah sejenak.
Berlindung dari hujan yang membasah,
Pergi saat cerah kembali menyapa.
Satu kebohonganmu menumbuhkan ribu pahit,
Setiap kenangan kini terasa getir.
Yang kuanggap teman ternyata luka,
Yang kuanggap pelindung justru peluka.
Ternyata senyummu tak tulus ada,
Di hadapku kau bilang hanya aku semata.
Janji setia terucap manis di bibir,
Sementara hatimu berpaling jauh pergi.
Kini tak perlu lagi kau kembali,
Biarlah waktu yang merawat luka ini.
Biarlah hati sempat hancur sejenak,
Agar tumbuh kembali lebih tegar dan kuat.
Jeneponto, 07 Agustus 2026