Yang Paling Sunyi Adalah Percaya
Karya: PUTRI NUR AURELLIA ZULINDAAku pernah menitipkan percaya
pada sepasang mata
yang kupikir mengenal arti pulang
Kukira, kita membaca langit yang sama tentang arti setia
hingga waktu membuka mataku,
bahwa yang paling rapuh
bukanlah hati, melainkan janji
Kau merawat harapan dengan kata-kata yang menenangkan,
seolah tak akan ada musim yang mampu mengubah arah.
Namun saat angin berpihak,
kaulah yang pertama membiarkan kepercayaan itu gugur tanpa sempat berpamitan.
Yang paling menyakitkan bukan kepergianmu,
melainkan kenyataan bahwa aku pernah mempercayakan seluruh rapuhku kepadamu.
Ternyata, rumah pun dapat runtuh oleh penghuninya sendiri.
Kini kukumpulkan kembali
sisa-sisa percaya yang
sempat tercecer oleh waktu.
Tak lagi untuk menyusun kisah kita, melainkan menemukan kembali diriku yang pernah kulepaskan.
Hari ini aku mengerti,
pengkhianatan bukan akhir cerita,
melainkan pintu yang mengantarkanku pada keberanian untuk melepaskan.
Dan jika kelak namamu datang bersama kenangan,
aku tak akan membencimu.
Sebab dari reruntuhan yang kautinggalkan, aku belajar
agar aku menemukan diriku kembali.
Kediri, 6 Agustus 2026