Delapan tahun yang tak pernah pindah
Karya: Nur khaliza noviantiAku pernah menemukan seseorang,
di antara riuh yang tak mengenal namaku.
Kacamata yang membingkai di wajah,
almamater biru yang sederhana,
menjadi awal dari sesuatu
yang tak pernah selesai.
Barangkali,
semesta hanya ingin memperlihatkanmu
sesaat,
lalu membiarkan namamu
menetap di dalamnya.
Tak ada sapaan,
Tak ada cerita.
Bahkan, kau tak pernah tahu
bahwa aku pernah ada.
Hari hari terus berjalan.
Musim datang dan pergi.
Waktu mengubah banyak hal,
kecuali satu arah
yang diam diam kupilih.
Delapan tahun berlalu.
Dunia mengajarkanku
cara bertumbuh,
cara menerima,
dan mungkin nanti,
cara melepaskan.
Namun hingga hari ini,
ada satu nama
yang masih pulang
ke tempat yang sama.
Dan jika kelak
waktu benar benar menutup kisah ini,
biarlah kau tetap menjadi
halaman yang tak pernah usai kubaca.
Jakarta, 7 agustus 2026