Abadi dalam Sanubari
Karya: Isma Zakiyah Nur FaizahDi antara suasana pagi yang hening,
Dapat kurasakan sebuah perasaan yang tak bisa dijelaskan
Menimbulkan tanya yang begitu riuh mengusik kepala
Apa karena hawa dingin yang begitu menusuk kulit?
Apa karena merdunya kicauan burung yang menenangkan jiwa?
Atau karena seharusnya di hari ini sang tambatan hati sedang bertambah usia?
Bibirku membentuk lekukan tipis yang tak begitu kentara
Lalu, kurapalkan doa untuk ketenangannya di sana
Setetes air mata telah jatuh di atas tanah
Bukan tangis tergugu yang terdengar
Bukan pula tangis meraung-raung yang nyaring
Hanya tangis pilu bagai disayat dengan sembilu
Sudah tahun ketiga ketika semesta telah mendekap jiwanya
Meninggalkan hampa yang masih begitu terasa
Meninggalkan sepi yang terus menggerogoti
Meninggalkan beribu kenangan yang tak pernah bisa diulang kembali
Namanya, jiwanya, dan raganya yang telah pergi
Akan selalu abadi dalam sanubari.
Surabaya, 20 Agustus 2026