Utuh tanpa restu
Karya: Alamsyah Banudin Mas'ulKita berdiri di balik tembok yang tinggi,
menatap satu langit dengan cara berbeda.
Dunia melukis batas yang tak bisa dilalui,
namun hati bertaut tanpa kenal jeda.
Lalu maut datang tanpa bersuara,
mengambilmu pergi ke keabadian sunyi.
Meninggalkanku memeluk duka,
di balik benteng yang kian abadi.
Cara kita berdoa memang tak sama,
namun tujuanku tetap keselamatanmu.
Meski ragamu kini tak lagi ada,
namamu tetap hidup di setiap helaan nafasku.
Biar batas dunia tak pernah runtuh,
kesetiaan ini takkan pernah terurai.
Di dalam dada, rasa ini tetap utuh,
hingga waktuku kelak usai.
Lumajang,19 Agustus 2026