Karya: Ika Sri Novianti Jaksa
Aku pernah menitipkan percaya
kepada seseorang yang kupanggil sahabat.
Kuceritakan takutku,
kubagikan rahasiaku,
dan kuanggap tawamu
sebagai tempat paling aman.
Namun ternyata,
tangan yang dulu menggenggamku
adalah tangan yang melepaskan kepercayaanku.
Cerita yang kusimpan rapat
berubah menjadi bahan percakapan,
dan senyum yang kukira tulus
menyimpan luka yang tak pernah kuduga.
Aku marah,
aku kecewa,
tetapi perlahan aku mengerti:
tidak semua yang dekat
benar-benar mengenal hati kita.
Kini namamu masih tersimpan
di antara kenangan yang pernah indah,
tetapi percayaku tidak lagi di sana.
Terima kasih,
karena dari pengkhianatanmu
aku belajar bahwa
sahabat sejati bukan yang selalu berada di samping,
melainkan yang tetap menjaga cerita kita
meski kita tak pernah tahu
apa yang ia lakukan ketika kita pergi.
Seperti bunga mawar yang pada saat dipegang batangnya akan menyakitkan
Surabaya, 20 Agustus 2026