Karya: Sa'adatul Karimah
Kalimat manis terucap kian suci
Seolah menari dengan riang pasti
Gesit meniupkan kata-kata romantis
Namun memupuk luka yang kian merintih
Entahlah..
Semuanya berlalu begitu cepat
Janji yang menerobos dengan tepat
Meruntuhkan pertahanan paling kuat
Namun sayangnya dari awal itu hanya sepintas
Kusebut dia penghianat
Penghianat yang pandai memakai topeng kepalsuan
Melontarkan kata manis tanpa melaksanakan
Memelas dengan raut iba seolah paling nelangsa
Meminta dipercaya padahal hanya pandai memecah belah
Ahirnya kuketuk pintu rumah yang telah rusak
Menyisakan puing dan hambarnya jejak
Pergilah dengan semua kepalsuan
Akan kudekap jiwaku meski sesak
Sebab disini aku tidak lagi menampung kepalsuan
Kuucapkan beribu kata maaf
Kepada janji yang pulang tanpa tuan
Pacitan, 20 Agustus 2026