Karya: Habibah
Kita berdiri di atas tanah yang sama
Meletak napas pada angin yang seirama
Memancar binar yang begitu pekat
Bagai fajar yang memeluk bumi
Di antara riuh angin dan pekatnya malam
Kau jadi cahaya tempat segala gelisahku
Kau lukis langitku dengan warna - warni
Lalu kau panggil hujan untuk menghapusnya
Tak pernah terbesit dalam benakku
Ketulusan di balik kelopak mata mu
Lengkung senyum yang sungguh indah
Menjadi sebuah belati yang pernah kuduga
Pasir Pengaraian, 19 Juli 2026