menghilanglah!
Karya: Apriani Datu BambaSenyum manis yang terkenang
dalam kalbu selalu melayang
namun terasa perih
saat bersua
Akankah tetap sama
bila aku melupakannya?
dan luka bernafas
tak akan meninggalkan
jejak basah
Semenjak itu
jiwa runtuh tanpa suara
retak tak berbunyi
tak ku sangka senyuman bak madu
bisa menancapkan pisau
bahkan tanpa suara
Kini aku ingin menyimpanmu
dalam bayangku, bersama senyumanmu
dan merelakan ragamu
menghilangkan dihadapan ku
Akan kubiarkan pisau itu tertancap didadaku,
dan menjadi pengingat dikala bayangmu
berkelebat
Makassar, 18 Agustus 2026