Belati di Balik Senyum Hangat
Karya: Adit Barhan MaulanaDi meja yang sama tempat kita mengeja janji,
Kau seduh teh manis dengan racun terselubung rapi.
Senyummu masih setenang telaga di musim pagi,
Namun jemarimu melepas gembok pelan dan culasnya jari.
Aku menghimpun percaya seperti menata pualam,
Kau runtuhkan dalam sekejap tanpa rasa iba.
Tak ada guruh yang memberi tanda di tengah malam,
Hanya retakan sunyi pada dada yang terluka.
Bukan luka di punggung yang paling menyayat dada,
Tapi menyadari genggamanmu kini berbaur dusta.
Kini cermin membisu menatap bayang yang patah,
Menyisa janji manis yang menjelma duka dan serapah.
Bandung, 18 juli 2026