ALAMAT YABG TIDAK PINDAH
Karya: Aldi NyauDi rumah yang catnya mengelupas,
sebuah kursi tetap menghadap pintu,
menunggu bunyi sandal yang tak kunjung jelas,
meski musim berkali-kali berganti waktu.
Di meja, cangkir retak masih menyimpan
lingkar kopi yang menghitam perlahan.
Tak ada nama yang dipanggil keras-keras;
hanya jam dinding mengunyah kesunyian.
Barangkali setia bukan menahan langkah,
bukan pula mengikat seseorang agar tinggal.
Ia seperti alamat yang tidak pindah:
boleh jauh, boleh hilang, tetapi tetap mengenal
jalan pulang yang pernah ditinggalkan.
Dan jika suatu malam pintu itu terbuka,
kursi tak bertanya ke mana saja kau berada.
Ia hanya bergeser sedikit
memberi ruang bagi seseorang
yang akhirnya belajar pulang tanpa alasan.
Babdar Lampung, 20 Agustus 2026