Di Bawah Naungan Atap Tuhan
Karya: AfridaKakiku masih mencengkeram bumi pertiwi,
dengan sejuta pesona kau kupuja,
dengan ribuan petaka kau kucinta.
Meski kabut asap mencuri napas hutan,
asaku tetap tumbuh di antara reruntuhan.
Negeriku,
aku tetap mencintaimu.
Tak hanya saat langitmu biru,
tetapi saat sayap Garuda terluka,
tetap kujahit dengan benang-benang doa.
Merah putih tetap menyatu di jiwa,
meski badai datang berkali-kali menerpa.
Sebab cintaku tak tumbuh dari sempurnamu,
melainkan dari hati yang memilih tetap menjagamu.
Sebab bagiku, mencintaimu bukan tentang bahagia,
melainkan tetap tinggal saat dunia berhenti menyapa
Aceh, 17 Agustus 2026