Sesudah Teduh
Karya: Yolanda Dwi RamadhaniSeekor burung kecil mengetuk kaca kamarku,
barangkali hujan memintanya berteduh.
Di sela jedaku, aku menatap hujan.
Ia selalu tahu ke mana pikiranku pulang.
Kemarin, hujan pertama menemukanmu.
Saat ia turun,
apa kamu juga sempat mendongak? Barangkali, ada satu nama yang ikut turun bersamanya.
Namun, yang sampai kepadaku kini hanyalah potongan harimu yang kaubiarkan tampak.
Kita masih berbagi langit,
tapi tak lagi saling mengenal musim.
Barangkali hanya sesaat
aku mengira kita masih saling sampai.
Mungkin, aku terlalu percaya pada hujan.
Ia hanya membuatku merasa
pernah melintas di kepalamu.
Lalu ia reda.
Kita pulang ke hari-hari masing-masing.
Kaca kamarku kembali sepi.
Pekanbaru, 10 Juli 2026