SENJA DI TEPI DANAU
Karya: Siti FatimahAku berdiri di tepi danau,
memandang cahaya jingga
yang perlahan larut
ke pangkuan malam.
Riak air mengurai jingga
menjadi ribuan cerita,
dan di permukaannya
masih tersimpan bayangmu,
seolah langit sedang
menulis sebuah pamit
dengan aksara jingga.
Lalu terlintas dalam benakku,
jika aku adalah senja,
akankah manusia
mencintaiku seperti mereka
menunggu kedatangannya?
Atau barangkali
aku hanya akan dikenang
karena hadirku sebentar,
sebab sesuatu yang singkat
sering kali lebih dirindukan.
Senja tak pernah
berunding dengan langit,
ia hanya berpamitan
tanpa gaduh.
Ia hanya singgah,
mewarnai cakrawala,
lalu pergi dengan tenang.
Barangkali itulah mengapa
senja dicintai,
ia pergi,
namun jingganya
tetap tinggal di mata
yang mengingatnya.
Sukoharjo, 5 Juli 2026