Senja Menjahit Luka di Ujung Cahaya
Karya: Trisna Puji HidayatSenja turun perlahan di pelupuk hari,
membawa warna tembaga yang sunyi.
Langit seperti surat yang tidak terkirim,
penuh rindu, penuh doa yang bening.
Aku berdiri di batas cahaya,
menatap waktu yang pulang tanpa suara.
Ada luka yang belajar diam,
ada harap yang tetap menyala dalam kelam.
Burung-burung menulis arah di udara,
sementara angin menyapu sisa cerita.
Senja tidak pernah meminta kita melupa,
ia hanya mengajarkan ikhlas dengan sederhana.
Bila malam datang menutup pandangan,
jangan takut kehilangan terang.
Sebab setiap gelap yang setia bertahan,
akan memanggil fajar dari kejauhan.
Bangkalan, 5 Juli 2026