Cangkir kedua
Karya: Riad nur sa'banAir semesta turun perlahan
Melantunkan bunyi menenangkan
Angin terus menyapa kopi di meja kayu tua
Menyisakan uap di cangkir kedua yang tak pernah kau sentuh
Dulu, suaramu mengaduk kopiku
Menyamarkan pahitnya dengan rasa manis dari wajahmu
Kini gula sudah tak mempan
Begitu pun rindu ini, tak bisa lagi kusamarkan
Hujan masih setia menemani
Sama seperti dulu yang kamu lakukan
Lalu mengapa kau pergi tanpa pamit?
Menyisakan pahitnya rindu di cangkir
Biarlah dingin, seperti hatiku tanpa hadirnya kamu
Tasikmalaya, 5 juli 2026