Langit Membasahi Pilu
Karya: Nadia Mytha BerliannySaat malam kehilangan warna,
langit meneteskan rintiknya.
Ranjang bergetar hebat,
menatap badai yang mendekap cahaya.
Aku terpaku dalam kesunyian,
mengeja kembali kisah lalu.
Tiap tetes yang menyentuh bentala,
lipatan waktu kini tersusun.
Mataku terpejam di gaduh malam,
menembus gemercik dan kegelapan,
menemui dirimu dalam angan,
tuk menatap binar yang telah lama hilang.
Namun angan tetaplah angan,
garis takdir kian menyiksa.
Hanya gemuruh petir dalam jiwa,
meninggalkan sesak di dada.
Rintik membasahi dedaunan,
menyimpan pilu dalam bayang.
Langit bersaksi atas kerinduan,
membawa kenangan yang tak pernah lekang.
Jakarta, 6 Juli 2026